Monday, November 17, 2014
Anonymous
Adventure Idea
![]() |
| Ilustrasi Adventure Touring Bike by Ride for Smile |
Mempersiapkan Sepeda Motor Untuk Sebuah Petualangan
Belakangan ini petualangan bersepeda motor semakin digemari. Adventure riding menjadi sebuah cara yang semakin populer untuk semakin mengenal negeri kita yang memang sungguh mempesona.
Nah, apa saja persiapan yang dapat dilakukan agar petualangan kita menjadi semakin asyik?
Sepeda motor sebagai sarana petualangan kita tentunya perlu kita perhatikan dan persiapkan sebaik mungkin. Berikut ini beberapa tips dari saya, yang hanya merupakan sekelumit tips berdasarkan pengalaman pribadi saya sendiri. Tentunya sahabat petualang lainnya dapat membagi pengalamannya masing-masing sehingga kita semakin memahami apa dan bagaimana mempersiapkan sepeda motor kita.
1. Semakin standar pabrikan semakin minim permasalahan
Ya, saya meyakini bahwa semakin standar kondisi sepeda motor kita maka perjalanan akan semakin nyaman dan aman karena permasalahan pada sepeda motor akan semakin minimal.
Tentunya setiap sepeda motor berbeda spesifikasi, namun demikian sebaiknya kita mempertahankan utamanya kondisi mesin, suspensi, rem, kelistrikan dan rangka seasli mungkin dari pabrik. Sepeda motor yang sudah dimodifikasi lebih rentan masalah, dan jika terjadi masalah akan lebih menyulitkan lagi saat suku cadang hasil modifikasi tidak tersedia di lokasi tujuan kita.
2. Pilih rute sesuai jenis sepeda motor
Adventure riding adalah petualangan. Sebuah petualangan mungkin akan membawa kita menuju ke lokasi-lokasi tersembunyi yang mungkin saja kondisi jalannya tidak sesuai dengan kemampuan sepeda motor kita. Jangan paksakan, parkir saja sepeda motor dan lanjutkan dengan jalan kaki bila perlu. Petualangan bersepeda motor bukan berarti bahwa kita harus mencapai setiap titik tujuan menggunakan sepeda motor.
Dalam hal ini memang sepeda motor jenis dual-purpose akan lebih memungkinkan kita mencapai tujuan2 tertentu, namun bukan berarti tanpa dual-purpose bike kita tidak dapat mengunjungi lokasi tertentu kan?
3. Siapkan suku cadang yang diperlukan
Pastikan selalu membawa beberapa suku cadang utama, yaitu busi, kabel busi, koil, bohlam lampu, kabel kopling, kabel gas, sekring, dan tool kit.
Siapkan juga peralatan menambal ban serta kompresor/ pompa ban.
Cadangan brake pad/ kampas rem dan kopling tidak perlu dibawa jika saat akan berangkat kita sudah memastikan bahwa kondisinya baik dan cukup untuk selama perjalanan. Jika dipandang mungkin perlu melakukan penggantian plat kopling ataupun brake pad selama perjalanan, maka sebaiknya lakukan penggantian sebelum berangkat agar selama perjalanan kita tidak perlu bongkar sepeda motor untuk penggantian ini.
4. Eksperimen penempatan barang
Lakukanlah eksperimen untuk penempatan barang secara tepat di atas sepeda motor. Hasil dari eksperimen ini akan memudahkan kita saat akan berangkat, mulai dari menentukan sarana pembawa barang (mis: side bag, saddle bag, pannier, dll), hingga bagaimana mengepak barang2 bawaan ke dalam sarana pembawa barang yang kita pakai.
Pastikan mounting tas/ pannier dapat membuat barang bawaan kita dengan aman dan stabil. Usahakan jika membawa tas agar tidak dapat bergeser selama perjalanan, karena akan merubah kestabilan berkendara. Perhatikan tali2 tidak ada yang menjulur atau mudah terurai sehingga dapat menyebabkan terbelit pada ban motor, rantai, dan potensi risiko lain.
5. Pakai lampu tambahan seperlunya
Penerangan standar sepeda motor sering dirasa kurang cukup untuk menerangi jalan. Pergunakan lampu tambahan seperlunya, dan pastikan intensitas terangnya tidak akan menyilaukan pengendara lain. Gunakan lampu tambahan yang derajat suhunya sesuai untuk iklim kita, khususnya saat hujan. Lampu dengan derajat suhu cahaya sekitar 5000 – 5500 Kelvin menurut saya paling sesuai dan dapat menembus derasnya hujan tanpa menyilaukan mata kita sendiri.
Selama perjalanan touring di jalan raya khususnya antar kota di siang hari, pastikan lampu utama dihidupkan pada posisi lampu jauh (high beam), agar kita lebih terlihat oleh pengendara di depan kita (baik yang searah maupun yang berlawanan arah dengan kita).
6. Periksa kondisi ban dan tekanan angin
Pastikan kondisi ban dalam keadaan baik. Periksa juga tekanan anginnya. Ban yang terlalu keras atau terlalu empuk akan menjadi kurang aman dan tidak nyaman dipakai. Lakukan pengaturan tekanan angin ban dalam kondisi sepeda motor dimuati seluruh barang bawaan, kemudian coba apakah pengendalian terasa baik.
7. Lakukan Bike Fitting
Yang saya maksud dengan bike fitting adalah menyesuaikan posisi riding kita dengan sepeda motor. Hal utama yang harus diperhatikan adalah memastikan posisi setang (handlebar) sudah sesuai dengan posisi yang nyaman bagi kita berkendara. Jika diperlukan rubah posisi setang menggunakan raiser maupun pull-back raiser agar posisinya menjadi lebih nyaman. Bagian bahu dan lengan kita harus nyaman dan rileks selama riding, begitu pula posisi punggung. Punggung, bahu dan lengan yang terlalu tegang saat riding akan membuat kita lekas lelah dan mengurangi keamanan berkendara.
Begitu juga dengan posisi kaki, pastikan kita bisa mendapatkan posisi kaki yang nyaman dan rileks. Penyesuaian dapat dilakukan pada foot peg maupun jok sepeda motor.
Jok merupakan salah satu bagian vital dari sepeda motor, terlebih untuk adventure touring. Pastikan jok yang dipakai dapat memberikan kenyamanan. Jika diperlukan lakukan penambahan maupun pengurangan padding pada jok sepeda motor. Untuk ini diperlukan beberapa eksperimen hingga dapat diperoleh ukuran yang pas dan nyaman.
Sekelumit yang saya lakukan pada sepeda motor untuk adventure touring:
1. Honda PCX 150
Skutik ini sangat nyaman untuk sebuah adventure touring, termasuk memasuki jalur off-road ringan (sebatas makadam dan tanah yang rata).
Hampir seluruh kondisi sepeda motor ini saya biarkan standar, dan saya hanya melakukan perubahan pada:
- Pemasangan windshield (Givi)
- Penggantian ban memakai Michelin M45 di depan dan belakang (provided by Rumah Ban Motor)
- Modifikasi jok, dengan menghilangkan punuk di tengah jok PCX (serviced by tukang jok dekat rumah)
- Pemasangan power socket (Ace Hardware)
- Pemasangan GPS Garmin Oregon 550t (provided by Otomasi.com)
- Rear Seat Bag dan tank bag by 7Gear
2. Kawasaki DtrackerX 250
Saya memilih supermoto sebagai andalan untuk melakukan adventure touring yang lebih jauh dan menjelajah jalur yang lebih bervariasi.
Kondisi mesin, suspensi dan rem saya biarkan standar, dan modifikasi saya lakukan pada:
- Pemasangan windshield (GebaShop)
- Penggantian ban memakai Metzeler Karoo 3 di depan dan belakang, termasuk penggantian velg depan dari ukuran 17” menjadi 19” (Provided by Rumah Ban Motor)
- Penggantian jok menggunakan touring seat buatan Sargent Seats (provided by om Yudistiro Kusno)
- Pemasangan power socket (Ace Hardware)
- Pemasangan rak dan bracket untuk pannier/ side bag (custom made by Abah Kumis, Pamulang)
- Pemasangan GPS Garmin Nuvi 500 (provided by Otomasi.com)
- Soft pannier Shad ES42 (provided by ProRiders, Bulungan)
- Duffel Dry Bag 60L by Nature
- Tank Bag by 7Gear
- Custom LED lights by Wiken LED Jogja
By Om Rendra Hertiadi
http://ridergalau.wordpress.com/













