Monday, December 22, 2014
Anonymous
Asyiknya ADV Tour JRI Jombang dan JRI Malang
Sebanyak 5 riders JRI Jombang Bro Deny, Bro Teguh, Bro Tarom, Bro Adi dan Bro Ery mengambil start riding dari halaman Masjid Baitul Ulya Jl. RE Martadinata No 21 Jombang tepat pukul 18.30 berkumpul melakukan persiapan dan setelah sholat isya tepat pukul 20.00 menggeber tuas gas menuju Kota Malang via Batu.
Rombongan disambut dengan gerimis romantis selama perjalanan sehingga hanya mampu menempuh kecepatan 65km/jam. Troble sempat terjadi di daerah Pujon tepatnya di tanjakan curam di atas pusat oleh-oleh Dewi Sr, terkena lumpur tanah longsor kami sempat tersungkur di aspal, beruntung tidak sampai berdampak fatal dengan pengendara lain, 4 riders kami tergelincir dan kami segera bangkit, mengamankan jalan dengan memberi tanda bahaya dan mencoba bangun dari licinya aspal yang berlumpur untuk menempuh setiap jengkal meter.
Rest point kali pertama kami ambil di Alun-alun Kota Batu, kota yang terkenal dengan buah apel ini memiliki alun-alun yang tidak begitu luas tetapi sangat indah dengan suguhan sarana bermain Kincir Raksasa dan suguhan kuliner yang rapi.
Satu mangkok ronde kami seduh dan beberapa jajanan di foodcourt HRD milik 461 Batu. Pada saat itu kami sempat disapa oleh bikers dari Byson Rider Arek Malang, bro Jo dan saling berbagi pengalaman di jalanan termasuk memberi petunjuk jalan menuju arah Kota Malang. tepat pukul 23.00 kami tiba di masjid sadewa Mojolangu setelah sebelumya di portal bro dio dan bro iqbal di depan kampus UNISMA. beristirahat selama 2 jam sambil menikmati hidangan lapis daging kambing kami bersama 6 Riders JRI Malang melanjutkan perjalanan setelah diawali dengan doa bersama, menuju Penanjakan Bromo melalui jalur Lawang dan Pasuruan, lalu lintas sangat lenggang dan sepi sehingga cukup 2 jam kami tempuh,kelokan tajam dan tanjakan curam penanjakan berhasil kami lahap tanpa ada kendala. Tiba di pos loket kami membeli tiket masuk seharga Rp. 27.500 per orang dan Rp. 5.000 untuk tiket motor. Saat itu kami bertemu dengan rider pasutri dari 461 Purwodadi Jawa Tengah, kami lupa namanya.
dari Loket pendaftaran sampai dengan iew point penanjakan butuh waktu 30 menit. para wisman sudah tumplek blek menantikan sunrise. rombongan kami menyempatkan sholat subuh berjamaah di mushola yang disediakan di sana.
Setelah puas mengabadikan fenomea matahari terbit di Penanjakan Bromo kami melanjutkan perjalanan tracking ke lautan pasir, dengan menyusuri turunan yang sangat tajam dan licin, untuk menjaga kestabilan motor kami hanya menggunakan gigi 1 dan rem belakang agar tidak jatuh dan tetap stabil. Adalah "segoro wedi" kalau orang Tengger memberi nama lautan pasir Bromo. Di musim penghujan kala ini pasir memadat sehingga tidak menghambat kami bermanuver dan berkendara, savana juga menghijau indah tidak seperti sebulan yang lalu Bromo gersang terbakar. kami sempatkan berfoto tim lengkap di depan pure dan kami lajutkan perjalanan ke Pasir Berbisik, Bukit teletubis.
Di jalur bukit teletubis kami sempat mengalami kendala karena jalur yang rusak bekas jalur mobil hardtop, terdapat genangan lumpur yang tidak terlihat, Byson Kuning bro Deny pun terjerembap masuk ke perangkap itu, evakuasi bisa dilakukan dengan bantuan tali webbing dan dengan kerjasama yang baik bisa melepaskan diri dari kubangan lumpur.
Setelah puas berfoto ria di bukit dan hamparan padang rumput yang menghijau bak karpet raksasa, kami beranjak pulang melalui jalur jemplangan arah ke ranu pane dan Tumpang, jalan cor yang rusak dan pasir yang licin mengadu nyali berkendara kami, hujan sangat deras sehingga kami putuskan untuk segera kembali fan tidak singgah ke air terjun Coban Pelangi karena cuaca tidak mendukung. Kabut yang pekat menutupi jangkauan pandangan, jurang yang dalam mengawal perjalanan kami untuk selalu berhati-hati, terutama melewati kelokan 7 di Jemplangan yang sangat menukik dan berbahaya. Tak terasa pukul 13.00 kami sudah sampai di rest point SPBU Sumberpancing Kabupaten Malang, kami beristirahat sejenak melepaskan kantuk dan tiba di Masjid Sadewa Mojolangu pukul 14.00. setelah menunaikan sholat jama' qosor dan makan siang serta tidur sejenak, tepat pukul 16.00 rombongan JRI Jombsng berpamitan pulang, hujan lebat mengiringi perjalanan kami dan sampai di Jombang pukul 18.30. Sungguh perjalanan yang istimewa dan indah. amazing.
We are Religious Riders !
Courtesy : Bro Denny JRI Jombang.













