Headlines
Wednesday, December 10, 2014
Anonymous

Sukses Berawal dari Hobi

Ketika hobi dijadikan sebuah bisnis dan itu didorong oleh kemauan yang besar, maka hobi yang ada akan mendorong kita untuk menjadi sukses. Sudah banyak fakta, orang sukses berawal dari hobi yang kemudian ada kemauan dalam membangun bisnis itu. Seseorang yang hobi memasak akan menjadi sukses memiliki rumah makan ketika diawali dengan kemauan menjadikan hobi menjadi bisnis. Seorang penulis bisa sukses, berawal dari hobinya yang suka menulis. Seorang pesepakbola bisa jadi terkenal berawal dari hobinya yang suka main bola yang kemudian dari hobi itu dijadikan sebuah bisnis dengan mendirikan sekolah sepakbola. Di bawah ini dua sosok wanita yang berawal dari hobi menggambar kemudian bisa menjadi desainer busana yang cukup sukses.

Lily Bordir & Butik
Membordir Laba dari Bisnis Bordir Busana

SENI hias bordir merupakan bagian dari salah satu teknik menjahit. Tak hanya sekadar menempelkan benang pada permukaan kain, teknik membordir juga membutuhkan bakat, kecintaan, dan keahlian tersendiri untuk merajut beragam warna benang yang dipadu membentuk motif tertentu.

Berbekal bakat dan kecintaan pada seni hias bordir itulah yang membuat Lily Dharma (58) mantap merintis usaha kebaya bordir pada tahun 1972. Bagi ibu lima anak ini, kegiatan menjahit dan menggambar yang ditekuni sejak SD bukan sekadar hobi untuk mengisi waktu luang. Sejak kecil Lily sudah bercita-cita keahliannya tersebut bisa dijadikan mata pencaharian. Keinginan menjadi penjahit tercetus karena sering melihat kakaknya, Murniati yang membuka jahitan di rumah.

Seringnya melihat kakaknya bekerja, dan rajin praktik, ketrampilan menjahit Lily berkembang dengan cepat. Tak heran ketika duduk di kelas 3 SD, ia sudah bisa membuat baju sendiri dengan model yang sederhana. Di usia 14 tahun ia bisa membayar sekolah sendiri lewat order pesanan membuat baju dari teman-temannya.

Yakin dengan keahlian dan bakat yang dimiliki, wanita berdarah Minang ini nemilih melanjutkan sekolah di SKKA, sekolah kejuruan. Keinginan Lely untuk menjadi pengusaha di bidang busana semakin kuat. Setelah lulus sekolah, dengan bermodalkan satu mesin jahit ia membuka usaha jahitan.

Pesanan jahitan rupanya tak mengecewakan. Lily Dharma pun lantas menjadikan rumahnya di Jl. Hidup Baru Raya 41 Cipete Jakarta Selatan sebagai tempat usaha. Tak lama membuka usaha bordir, banyak pelanggan yang memintanya memproduksi baju jadi. Maka istri Jejen ini pun mengembangkan usaha baju muslim.

Tak ingin hanya membuat baju muslim dengan model itu-itu saja, Lily memutar otaknya untuk menciptakan kreasi baru. Kekaguman yang tinggi pada motif bordir membuat Lily memodifikasi busana muslim dan kebayanya dengan jahitan bordir. Sejak itu, bordir menjadi ciri khasnya. Kini, bukan hanya baju muslim yang dibuat, kebaya dan busana pengantinpun digarapnya. Banyak tokoh penting negeri ini yang menjadi pelanggannya, seperti Sutiyoso, Sutan Batugana, dll.

Saat ini, Lily mempekerjakan 12 orang karyawan. Pesanan makin mengalir. Pembuatan busana bordirnya kini tak cuma dipasarkan di butiknya di Cipete, tetapi juga di dua cabang butiknya, di Bandung dan Pekanbaru. Untuk kebaya dengan motif bordir, ia memberikan harga antara Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta. “Juga menerima pesanan lho,” tambahnya menutup wawancara dengan Nuansa. /**

Eugene Effectes
Tampil Muda dengan Harajuku

JIKA Anda ditanya, apa sih harajuku? Anda mungkin akan langsung menjawab: fashion Jepang! Anda tidak salah. Tapi tidak 100% benar. Karena harajuku sebenarnya adalah sebuah nama tempat di Shibuya, Tokyo, salah satu pusat fashion di Jepang. Orang-orang Jepang pecinta fashion dari berbagai wilayah sering berkumpul di tempat ini. Ada berbagai macam gaya berbusana yang dipakai oleh orang-orang di sepanjang jalan, misalnya lolita, decora, cosplayer, dan decora. Nah, yang menarik adalah gaya muda-mudi disini tidak meniru tren fashion khusus. Mereka memadukan banyak sekali fashion hingga membetuk tren fashion harajuku yang kita kenal sekarang.

Sekarang desain fashion gaya harajuku sudah dibuat di Indonesia. “Dengan harajuku, Anda bisa tampil lebih muda dari usia sebenarnya,” demikian ditawarkan Eugenea Fitri Anggra Sora (31), atau sering dipanggin Egin, yang mempunyai merk Eugene Effectes.

Membangun Eugene Effectes bukanlah hal yang mudah bagi Egin. Lulus sekolah desainer Egin langsung bekerja di berbagai perusahaan. Karena memang sejak awal ingin mempunyai usaha sendiri, ibu dua anak ini beberapa kali pindah kerja. Tujuannya untuk mencyari pengalaman.

Keinginan untuk membangun usaha sendiri pun tercapai. Pada tahun 2008, ketika putri keduanya lahir, ia langsung berhenti bekerja dan mulai menguji-coba pola-pola yang sudah dikembangkan. “Banyak yang cocok dengan pola yang saya buat,” katanya.

Langkah selanjutnya adalah mendirikan butik di Bintaro Jaya Sektor 9 dan tak lupa mengikuti berbagai pameran, di dalam maupun di luar negeri. Hasilnya pun mulai kelihatan. Reseler datang dengan sendirinya, baik dari Indonesia maupun dari Negara tetangga. Harganya? Terjangkau lah. Kerudung sekitar Rp100 ribuan, baju Rp300ribuan. “Sekarang sedang bikin yang low, untuk konsumen menengah ke bawah,” ujarnya.

“Saya meniti karir benar-benar dari bawah. Bermula dari keinginan yang kuat, sekolah desainer, bekerja di berbagai perusahaan untuk menimba pengalaman, menjadi penjahit rumahan, hingga sekarang saya sudah mempunyai beberapa karyawan yang bekerja pabriknya yang berada di Bandung,” ujar Egin yang sejak SD memang sudah hobi menggambar ini.

Busana harajuku buatan Egin bukanlah busana muslim, tetapi busana sopan atau busana tertutup. Jika dipadukan dengan kerudung maka busana harajuku buatan Egin akan menjadi busana muslim yang elegan. Tanpa jilbab, busana ini juga pantas dipakai.

Dengan cutting mengikuti kaidah Islam, Egin ingin menunjukkan sisi lain dari baju muslim, bahwa kendati berbusana muslim, para wanita tetap dapat terlihat cantik mempesona. Sebagai seorang perancang busana, fashion stylish, dan desain kreatif, Egin ingin menjadi caracter adiffrent jilbab yang punya gaya sendiri. “Ya, inilah eugene effectes,” ujarnya. 

IG Eugene : http://instagram.com/eugeneffectes 
Twitter Eugene: https://twitter.com/eugeneffectes
Google + Eugene : https://plus.google.com/103828432864423906349/posts


PENULIS

Anonymous 3:48 AM , .

Anonymous on 3:48 AM. , . .

0 komentar for "Sukses Berawal dari Hobi"

Leave a reply

Mohon komentar anda tidak boleh mengandung unsur:

1. Penghinaan, pelecehan, pornografi atau unsur SARA lainnya.
2. Spamming (spamming content).
3. Link aktif, teks anchor ataupun sejenisnya.

Terima kasih telah memberikan komentar pada Website Deppora PP Senkom ini.

SILATURRAHIM




How do you make your own avatars?

https://2.bp.blogspot.com/-99omDMXhrBY/V_YTDYKqPCI/AAAAAAAACg0/HYfxJH25g6ktrdnNH6wfad9r6Ul67QTZwCLcB/s1600/logo%2B7GEAR%2BCUTTING%25281%2529.jpg ="http://7gear-road.com/ID/produk/tourzero-tankbag-z2/"