Sunday, January 4, 2015
Anonymous
Cuaca Tidak Mendukung, Pesawat Beriev Be-200 Rusia Tetap Berangkat
Pesawat Beriev Be-200 milik Rusia 'nekat' menerjang cuaca buruk bertolak ke Pangkalan Bun untuk melakukan operasi SAR korban tragedi AirAsia. Pesawat dengan nomor registrasi RV-31121 tersebut berangkat dari Lanud Halim Perdanakusuma sekitar pukul 11.20 WIB.
"Cuaca hari ini tidak mendukung, tidak bagus. Banyak guntalan-guntalan awan merah yang berpotensi menjadi awan Cumolonimbus (Cb). Kecepatan angin sekitar 13 knot, angin bergerak dari barat ke timur," ujar TNI AU Letnan Pnb Teguh sesaat sebelum pesawat lepas landas di Terminal Selatan Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (5/1/2015).
"Mudah-mudahan guntalan awan yang berpotensi Cb tadi itu sudah bergeser ke timur dengan ketinggian sekitar 3.000 feet," lanjutnya.
Pesawat jet amfibi itu sebelum bertolak mengisi bahan bakar hingga 6.766 liter untuk durasi penerbangan sekitar 4 jam. Pesawat yang membawa 16 kru, 2 di antaranya yakni Letnan Pnb Teguh dan wartawan tersebut rencananya akan terbang di sasaran area sekitar 3 jam sebelum mendarat di Pangkalan Bun.
"Kalau cuacanya bagus dan mendukung, air tenang akan mencoba mendarat di air," terang Teguh.
Beriev Be-200 itu juga nantinya akan kembali lagi ke Lanud Halim Perdanakusuma.
Sumber >>>









