Sunday, February 19, 2017
Anonymous
Hutan Mangrove Kulon Progo Jadi Pilihan Team Survei ARFD Klaten
DEPPORA.SENKOM.OR.ID - Journey Riders Indonesia (JRI) Chapter Klaten sebagai komunitas motor binaan Bidangpora Senkom Mitra Polri Kab. Klaten Jawa Tengah kembali menggelar ARFD
( Adventure Riding Fun Day ) salah tujuannya adalah Kulon
Progo. Kegiatan yang di rencanakan akhir april itu merupakan kerjasama
antara JRI Klaten dan Seksi Pemuda dan Olahraga Senkom Kecamatan
Manisrenggo.Untuk penunjang dan terlaksananya kegiatan berjalan dengan
baik panitia membentuk team survei.
Supadno yang merupakan Pembina Senkom Kecamatan Manisrenggo
menyebutkan kegiatan yang kita laksanakan ini harus betul betul baik dan
bagus terutama bagi peserta agar tidak kecewa.Sebagai panitia kita
harus menentukan tujuan dan jarak tempuh yang sesuai agar nyaman dan
aman dalam perjalanan terangnya.
Sedangkan Sugiarto dari JRI Klaten dan merupakan humas ARFD Serie 5
mengatakan hal senada bahwa keamanan dan kenyamanan menjadi hal nomor
satu.lebih lanjut tujuan Kulon Progo ini di perkirakan sekitar 2 sd 3
jam perjalanan dari Klaten dan transit satu kali untuk melepas lelah
jelasnya.
Adapun team survei memilih lokasi pertama masuk di Pantai Congot
yang menjadi rencana awal dan di lanjutkan ke hutan mangrove di sebelah
baratnya.Dan berikut di bawah ini keterangan hutan mangrove yang ada di Kabupaten Kulon Progo yang saat ini lagi booming.
Wisata alam hutan Mangrove merupakan salah satu destinasi wisata
baru yang menarik yang terletak di ujung barat sisi selatan kabupaten
Kulon Progo,tepatnya di desa Jangkaran, kecamatan Temon. Lokasinya
hampir dekat dengan perbatasan dengan Kabupaten Purworejo Jawa Tengah.
Kawasan wisata hutan mangrove ini masih satu kawasan dengan Pantai
Congot, lokasi hutan mangrove ini memanjang mulai dari muara sebelah
barat Sungai Bogowonto ke arah barat, sementara Pantai Congot sengot sendiri berada di sebelah timur Sungai Bogowonto.
Pengembangan hutan mangrove ini dilakukan swadaya oleh warga
setempat, yang terbagi menjadi beberapa kelompok (pokdarwis). Saat ini,
di area hutan mangrove tersebut setidaknya ada empat spot objek wisata,
yaitu Kadilangu, Jembatan Api-Api, Ngudilestari, dan juga Wanatirta.
Masing-masing lokasi mempunyai ciri khas dan daya tarik tersendiri.
Di lokasi Jembatan Api-Api misalnya, pengunjung dapat menikmati
pemandangan sekaligus menyeberangi jembatan besar yang terbuat dari kayu
dan bambu.
Lokasi spot Jembatan Api Api inilah yang paling hits saat ini, foto
fotonya mulai banyak menyebar di instagram. Untuk tariff masuknya juga
tidak menjasi satu sekaligus namun berbeda-beda setiap sopt lokasi
tersebut, hal ini dikarenakan pengelolanya juga berbeda-beda dan dana
pembangunan spot lokasi tersebut juga swadaya dari masing-masing
pokdarwis.
Lokasi : Area wisata hutan mangrove ini terletak di Dusun Pasir Mendit, Desa Jangkaran, Kecamatan Temon,Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Akses : Dari Yogyakarta, pengunjung dapat melewati jalan Raya
Wates-Purworejo dengan mengikuti petuntuk arah menuju Pantai Congot.
Sesampai di jalan Raya Dendles, pengunjung masih harus terus ke barat
hingga melalui jembatan Sungai Bogowonto. Sekitar 100m dari jembatan
tersebut, nanti ada petunjuk masuk ke arah selatan menuju lokasi kawasan
area wisata hutan mangrove ini.
Tarif : Biaya masuk antara Rp4.000 sampai Rp 5.000 per orang dan per spot lokasi (ada 4 spot lokasi yaitu: Kadilangu, Jembatan Api-Api, Ngudilestari, dan Wanatirta) karena
pengelolanya berbeda-beda Untuk sewa kapal keliling hutan mangrove mulai
Rp 5.000 sampai Rp 10.000 per orang.
Kemudian Rp 2.000 untuk parkir motor, dan Rp 5.000 untuk parkir mobil.
Open : Area wisata hutan mangrove ini dibuka dari sekitar pukul 06.00 sampai sekitar pukul 19.00 WIB
Fasilitas : Meski terbilang baru, sejumlah fasilitas sudah tersedia di
kawasan wisata hutan mangrove ini seperti spot-spot foto, sewa perahu
untuk keliling kawasan hutan mangrove, kamar mandi, mushola, area parkir
(baik roda dua maupun roda empat), dan warung-warung makan atau lapak
penjual makanan dengan bangunan semi permanen sudah nampak banyak
berdiri disekitar lokasi wisata hutan mangrove ini.
Tips : Ada baiknya jika pengunjung datang pada sore hari ketika matahari tidak terlalu menyengat.
(Editor Sugiarto - http://jriklaten.blogspot.co.id/2017/02/survei-arfd-serie-jri-klaten-pilih.html#more)









