ARFD Seri#1 Kediri Raya Sukses Di Gelar Bro Sis !

DEPPORA.SENKOM.OR.ID - Bidangpora Senkom Mitra Polri Kabupaten Kediri melaksanakan giat Adventure Riding Fun Day (ARFD) Seri#1 Kediri Raya (Sumber) menuju Candi Penataran Selasa 28 Maret 2017 yang lalu.
Acara bertemakan "Kelud Volcano 360°" ini akan mengawali perjalanan dari Pondok Pesantren Balungjeruk menuju waduk Siman dan selanjutnya menuju Selorejo via PLTA Mendalan.
Alhamdulillah giat pembukaan ARFD seri#1 ini dibukan oleh salah satu Pengurus Pondok Pesantren Balongjeruk serta mendapatkan arahan, bimbingan dan doa dari beliau sebelum memulai perjalanan.
Sekitar pukul 8.30 WIB rombongan peserta ARFD Seri#1 Kediri Raya start dari Ponpes Balongjeruk berjumlah sekitar 35 personil terdiri dari JRI Kediri Raya, JRI Jombang, JRI Mojokerto dan JRI Surabaya serta dibagi menjadi 2 kloter. Rombonghan langsung menuju Waduk Siman, yang terletak di Desa Siman, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri.
Waduk ini memegang peranan penting bagi proses irigasi pertanian di Kecamatan Kepung dan sekitarnya. Selain berfungsi untuk irigasi, waduk ini juga dimanfaatkan sebagai tempat wisata alternatif oleh masyarakat setempat.
Keindahan panorama di Waduk Siman memang tidak diragukan lagi. Lokasinya yang diapit rangkaian pegunungan menyuguhkan pemandangan yang menentramkan hati. Panorama yang disuguhkan begitu dramatis, apa lagi jika pengunjung menyempatkan diri untuk berjalan memutari waduk hingga ke sisi utara. Dengan sejenak memandang ke arah selatan, maka akan terlihat cerobong PLTA Siman dengan latar belakang puncak Gunung Kelud. Sungguh pemandangan yang tiada duanya.
Usai puas berfoto-foto ria dan sarapan, rombongan ARFD Seri# 1 Kediri Raya langsung menuju Saluran PLTA Mendalan-Siman melalui jalur setapak berjalur tanah guna menuju tempat tersebut.
Walaupun bersusah payah untuk mencapai lokasi, namun antusiame para peserta bisa melahap jalur yang cukup licin dan kotor tersebut.
Usai rehat dan berfoto bersama, rombongan kembali nge-gas menuju Waduk Selorejo Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang, yang mana diibagian barat nya langsung berbatasan dengan
Bukit Selokurung dimana terdapat makam Pangeran Trunojoyo. Ngantang berada di ketinggian sekitar 600 mdpl dan dikelilingi oleh 4 Gunung sekaligus. Berturut-turut yaitu Gunung Kelud, Gunung Kawi, Gunung Arjuno, dan Gunung Anjasmoro. Saat tiba di Daerah Selorejo, anda diselimuti hawa sejuk khas pegunungan. saat memasuki kawasan wisata Waduk Selorejo, Anda akan disambut dengan Bangkai Pesawat Terbang.
Waduk Selorejo juga memiliki Jembatan Gantung yang lumayan bikin macu adrenalin. bagaimana tidak saat kaki menginjak jembatan, maka seluruh jembatan akan ikut bergerak. Uniknya, para Mancing mania yang emang hobi memancing itu berada di bawah jembatan Gantung. dibawah jembatan gantung selorejo itu, para mancing mania beraksi menunggu ikan wader yang pingsan.
Tidak hanya itu, Waduk Selorejo juga menawarkan keindahan refleksi alam yang begitu sempurna. Waduk Selorejo seketika itu juga seperti laksana cermin alam. Langit-langit, Awan-awan, Pepohonan, Jembatan seketika juga terefleksi sempurna di atas cermin alam bernama waduk selorejo. indah kawan. ngak percaya silahkan datang dan buktikan sendiri keindahan Waduk Selorejo yang ada di Kabupaten Malang. Ngantang selain terkenal karena waduk Selorejo juga terkenal prasasti Ngantang yang diberikan oleh Raja Kadiri, Sri Maharaja Jayabhaya/Joyobhoyo sekitar tahun 1135. kenapa Ngantang diberikan penghargaan itu*. *(Sumber)

Guna menuju Waduk Selorejo ini, jalur yang dilalui lebih ekstrim lagi, hanya kurang lebih 1 meter pada sisi kiri tebing, sementara sisi kanan berhadapan dengan jurang.Ada 2 orang para penggiat JRI Chapter Kediri raya yang kurang dapat menguasai medan akhirnya terjatuh namun Alhamdulillah tidak ada yang terluka serius.
Setelah beristirahat di sebuah Masjid guna Sholat Dhuhur dan Ashar, rombongan langsung melanjutkan perjalanan lagi dan akhirnya makan siang bersama yang dibagi menjadi 5 kelompok,
4 kelompok bagi laki laki dan 1 kelompok untuk perempuan. Bagi rekan rekan penggiat JRI, hal ini akan menambah rasa keakraban diantara sesama penggiat, yakni makan secara berkelompok.
Usai rehat dan makan siang, rombongan melanjutkan perjalanan ke arah Blitar, dengan jalur yang piluh adalah jalur kampung persawahan, naik turun dan berkerikil.
Jalur Blitar Kediri yang cukup ekstrim membuat rombongan kadang kesasar, namun Alhamdulillah karena kerukunan dan kokompakan akhirnya semua persoil tiba di di Monumen Simpang Lima Gumul sekaligus berfoto bersama dan doa bersama untuk kembali ke rumah masing masing.













