Monday, April 3, 2017
Anonymous
JRI Samarinda Gas ke Jembatan Martadipura Bro !
DEPPORA.SENKOM.OR ID - Berangkat dari rasa penasaran
dan semangat, Selasa 28 Maret 2017 yang lalu, para penggiat JRI (Journey Riders
Indonesia) Chapter Samarinda menuju Kota Bangun yaitu sebuah Kecamatan di
wilayah pedalaman Kabupaten Kutai Kartanegara.
Berkekuatan 15 personil dengan 10 kuda besi yang di
komandoi Bro Andy,kami bergerak dari Samarinda tepat pukul 08.00. Dengan
semangat luar biasa memecah kesunyian ditengah lebatnya hutan, rasa lelah letih
selama perjalanan terasa sirna ketika perjalanan ini disuguhi pemandangan nan
indah dengan hamparan hutan Akasia sejauh mata memandang, Subhanalloh ...
Tapi ini bukanlah akhir dari sebuah tujuan, jalan berliku
menanjak dan menurun tak lantas membuat kami menyerah untuk mencapai lokasi
penantian. Tepat pukul 10.30 kami tiba di Kota Bangun, sebuah Kecamatan yang
terkenal dengan Jembatan Martadipura.
Jembatan yang di resmikan oleh Menteri Dalam Negeri H.M.
Maruf, S.E pada tanggal 6 Maret 2006 yang lalu, dimana jembatan ini
menghubungkan Kecamatan Kota Bangun Utara dengan Kota Bangun Selatan yang
mempunyai panjang bentang 15,3 Km dan disebut-sebut sebagai Jembatan Terpanjang
se Asia Tenggara. Jembatan ini difungsikan untuk menghubungkan 5 kecamatan yang
selama ini terisolir dapat diakses dengan mudah melalui jalan darat. Jembatan
Martadipura paling tidak dapat menghubungkan 5 kecamatan di Kutai Kartanegara,
yaitu Tabang, Kembang Janggut, Kenohan, Muara Wis, dan Muara Muntai. Jembatan
Martadipura dibangun dengan bentang sepanjang 560 meter, terdiri dari bentang
utama 200 meter dan bentang pendekat 12×30 meter, dengan lebar 9 meter. Sedang
tinggi dari muka air pasang untuk lalu-lintas sungai 15 meter. Sementara tinggi
jembatan dari dasar lantai jalan hingga konstruksi teratas setinggi 35 meter.
Puas berfoto ria di area Jembatan Martadipura kegiatan
kami akhiri dengan memancing di pinggiran anak sungai. Tak terasa sudah hari
mulai gelap tepat pukul 16.30 kami bertolak ke Samarinda kembali. Dalam
perjalanan ini kami mengalami sedikit trouble yaitu salah satu motor rekan kami
mengalami patah pada tuas poeseneling, dengan berbagai macam cara kami gunakan
agar motor bisa kembali di gunakan hingga akhirnya kami menemukan bengkel las
dan Alhamdulillah setelah itu kami baru bisa melanjutkan perjalanan pulang
dengan santai.
Tepat pukul 21.00 dengan semangat kebersamaan kami
baru tiba di Samarinda, rasa lelah letih dan penasaran kami terhadap Jembatan
ini terbayar sudah. (Ari Susanto)
















