Wednesday, April 15, 2015
Anonymous
Hindari SMS Saat Anda Berkendara, Berbahaya Bro !
JRI.Senkom.or.id - Siang itu panas dan menyengat,
bubaran anak-anak sekolahpun dimulai sesaat setelah bel tanda sekolah usai
berbunyi. Ratusan anak-anak Sekolah Menengah Pertama (SMP) pun berlarian sambil
menyeringai menuju parkiran sekolahnya. Ya, mudah ditebak, ratusan anak-anak
SMP yang belum memiliki SIM C itupun mulai memanaskan motornya masing-masing.
Tidak ada helm yang menggantung di motor, tidak ada spion standar pabrik yang
terpasang dan lampu rem yang tidak berfungsi saat pedal rem di injak.
Hanya kunci motor dan nyali yang
kuat untuk menunggangi kuda besi bermesin 110 cc tersebut. Budi (bukan nama
sebenarnya) pun tidak urung kalah dengan rekan-rekan sebayanya, starter motor 4
tak kesayangannya pun ditekan untuk niat kembali ke rumah yang berjarak tak
lebih dari 4 kilometer. Tak jauh dari gerbang sekolah, handphone BBnya pun
berbunyi nada BBM diterima. Tanpa basa basi, Budi pun langsung merogoh BB
kesayangannya dari saku celana. “Tak..tik…tuk…” diketikkannya pula balasan BBM
yang ternyata dari sahabat kentalnya. Matanya pun tertuju ke layar handphone
yang baru saja dibelikan ibunya minggu kemarin saat berulang tahun ke 15. Baru
beberapa huruf alphabet mampu diketikkannya, suara mendecit ban mobil terasa begitu
dekat di telinga Budi, “Arrrgghhhhh….brak !!” Budi pun tak sadarkan diri, darah
deras mengalir dari balik topi siswa SMP kelas 8 tersebut.
Kejadian diatas mengingatkan kita
bahwa tata cara keselamatan berkendara terabaikan. Data Direktorat Lalu Lintas Polda
Metro Jaya menyebutkan sepanjang tahun 2010 terdapat 6.000 kasus kecelakaan,
dimana 135 kasus akibat sedang menggunakan ponsel. "Akibat sedang
bertelepon, SMS, BBM atau yang lainnya, konsentrasi pengemudi berkurang,"
ujar Dirlantas Polda Metro, Kombes Pol Royke Lumowa. Guna menekan angka
kecelakaan akibat menggunakan ponsel, pihaknya menindak atau menilang
pengendara yang menggunakan ponsel saat mengendarai mobil atau sepeda motor.
"Hal ini harus kita lakukan karena menelpon sambil menyetir sangat membahayakan
keselamatan bagi pengemudi itu sendiri dan juga pengguna lalu lintas
lainnya," ujarnya 1.
Sedangkan angka kecelakaan sepeda motor di jalan raya menembus
angka 111.015 kasus pada 2012, berkurang 27 persen dibanding 2011 sebanyak
151.591 kasus. "Dalam satu jam, ada tiga orang meninggal dunia akibat
kecelakaan lalu lintas," kata Kepala Korps Lalu Lintas Polisi Republik
Indonesia Irjen (pol) drs. Pudji Hartanto MM dalam seminar 'Road Safety' yang
diselenggarakan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia di Jakarta pada Senin
(25/2/2013) 2.
Pada 2012, khusus di kawasan Polda Metro Jaya, anak-anak di bawah
usia 16 tahun yang menjadi pelaku kecelakaan lalu lintas jalan melonjak
drastis. Bila pada 2011 baru 40 kasus, tahun lalu menjadi 104 kasus. Artinya, melonjak
160%. Memprihatinkan. Sebagai pelaku kecelakaan bisa dimaknai bahwa mereka
adalah para pengendara kendaraan bermotor. Artinya, mereka bisa melenggang
berkendara di jalan raya tanpa intervensi berarti dari lingkungan sekitar.
Peran para orang tua membendung anak-anaknya bersepeda motor di jalan raya
patut dipertanyakan 3.
Karenanya, janganlah berbangga
apabila anak-anak kita yang notabene masih dibawah usia kepemilikan SIM C dapat
mengendarai sepeda motor hasil pelatihan orangtua sejak kecil. Berikanlah
pendidikan dan pengertian kepada anak-anak kita bahwa keselamatan dan
kedewasaan berkendara layak diprioritaskan. Jangan berikan kunci motor anda
pada mereka. Terlebih bagi anak-anak kita yang sudah diberikan fasilitas
seperti handphone dan gadget lainnya. Texting
while riding ?? Better Not ! Ride Safe Ride Smart !!
Sumber :










